11.3.22

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada yang mulai merutinkan tilawah, membiasakan tilawah di awal waktu sebelum beraktivitas, melunasi hutang puasa qada, dll. 

Untuk kami, salah satu persiapannya adalah dengan menyapih anak ketiga kami. Alhamdulillah bulan Februari ini, ananda genap 2 tahun. Sebelumnya, paksu sempat kepikiran bahwa ananda anak bungsu, tidak seperti kakak-kakaknya dulu yang sebelum dua tahun adeknya lahir atau udah ada adek bayi di perut bundanya, dikasih bonus nyusuinnya sepertinya tidak apa-apa. Kemudian saya teringat Ramadan beberapa bulan lagi. Saya mulai menimbang-nimbang apa saja manfaat menyapih sebelum Ramadan (saat sudah genap 2 tahun) seperti:

- sang bunda lebih semangat puasanya (hehe) karena ga lemes..hehe..jadi bisa lebih fokus melakukan aktivitas lain

- anak menuju ke arah mandiri karena tidak bergantung dari nenen ibunya

- bisa fokus ke milestone ananda yang lain. Karena sudah disapih dan lebih menuju ke arah mandiri, maka bisa mulai memikirkan untuk toilet training. Di beberapa keluarga malah ada yang sudah memulainya saat ananda setahun atau kurang dari setahun. Di kami, kami berencana setelah disapih saat kosakatanya semakin lengkap dan jalannya juga sudah stabil. Untuk anak ketiga kami, alhamdulillah pup sudah bisa di toilet (kami pakai toilet jongkok) sejak usia 1,5 tahun, namun untuk pipisnya masih PR kami. Dulu sempat pas di awal² bisa pup di toilet itu sempet nyobain hanya pakai celana saja, ternyata sejam bisa pipis berkali-kali. Karena saya belum siap, jadi sejauh ini belum mencoba toilet training. Mudah-mudahan ke depan saat kondisi kami terutama saya sudah siap lahir batin bisa berhasil. 

Oiya setiap anak punya milestone masing-masing, jadi tidak perlu khawatir. Biasanya yang menjadi patokan untuk toilet training itu antara lain:

- sudah bisa berbicara dengan cukup jelas (bisa bilang yang menunjukkan mau pup atau pipis) dan sudah memahami definisi pipis dan pup

- sudah bisa ditopang dengan jalan yang stabil (ini versi kami sih, karena bakalan sering ke kamar mandi) 

Kembali terkait menyapih... 

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kami pun menyapih anak ketiga kami begitu genap 2 tahun sebagaimana kakak-kakak sebelumnya. Oiya menyusui dan menyapih adalah diperintahkan Allah. Jadi, keduanya mulia. Menyapih juga perlu sering disampaikan ke anak. Misal saat usia setahun, kita mulai sampaikan bahwa setahun lagi akan disapih. Saat satu setengah tahun dan beberapa bulan sebelumnya disampaikan lagi. Di bulan terakhir hampir tiap hari disampaikan. Pada minggu2 terakhir demikian pula. Biasanya meski sudah disampaikan ananda sambil ketawa akan bilang "mau nenen". Hehe, ndak papa. Seenggaknya sudah ancang-ancang. Ada juga yang mengedukasi bahwa minum di botol itu keren lho, ini dari Ummu Balqis kalau tidak salah. 

Berdasarkan pengalaman dari menyapih dua anak kami sebelumnya, suksesnya menyapih salah satunya dipengaruhi oleh konsistensi. Saat kita sudah berniat menyapih, maka saat itu pula kita tidak memberikannya sambil dikasih tahu seperti "maaf adik sudah 2 tahun. Nenennya sudah cukup ya Nak." Kalau pagi konsisten tidak kita beri, siang atau sore atau malam juga tidak. Demikian hari-hari setelahnya. Peran ayah juga turut membantu untuk bergantian, shift malam utamanya. Anak ketiga kami sebagai gantinya minta digendong kalau mau tidur, jadilah ganti-gantian gendong. Begitu kira-kira seminggu atau dua minggu ya. Sampai sudah lupa. Alhamdulillah kalau sekarang sudah bisa habis bobok ga minta gendong lagi (gendong-bobok-bangun-tawarin air putih-minum-pukpuk-bobok). Kalau dulu gendong-bobok-bangun-kasih air putih-gendong lagi-bobok lagi-dan berulang kembali sampai pagi. Hehehe. 

Apakah perlu dikasih yang pahit-pahit di puting? Pengalaman dari 3 anak kami tidak perlu. Alhamdulillah atas izin Allah, cukup berhasil dengan konsisten tidak memberi nenen. 

Demikian persiapan Ramadan kami eh utamanya persiapan saya dan my boy. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan. 

Alhamdulillah. Segala puji Allah yang dengan nikmat-Nya, sempurnalah kebaikan-kebaikan. 

Ya Allah, tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan yang sulit adalah mudah jika Engkau menghendakinya. 

----

Bantul, pada hari Jumat nan penuh berkah, pada semester akhir perkuliahan

29.11.21

Mengikuti Konferensi

Tulisan ini adalah sebagai salah satu bentuk rasa syukur saya atas salah satu nikmat Allah Ta’ala yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ya, saya tidak pernah menyangka saya bisa mengikuti konferensi internasional. Sungguh, semua yang saya peroleh ini tak lain adalah atas kemurahan-Nya.

---

Tulisan ini akan terbagi menjadi 2 bagian utama yaitu terkait paper (submit paper) dan konferensi (setelah paper dinyatakan diterima)

Bagian 1: Paper

Beberapa bulan yang lalu, alhamdulillah saya telah menyelesaikan draft paper saya. Setelah memperoleh revisi dari kedua dosen pembimbing serta izin/restu dari beliau untuk submit, saya merasa lega sekali. Lega karena sudah mengantongi izin untuk submit sehingga langkah selanjutnya adalah mencari konferensi yang hendak saya ikuti. Kenapa konferensi? Pertimbangan saya saat itu adalah karena waktu. Proses reviu konferensi biasanya lebih cepat dibandingkan jurnal. Jika saya memilih jurnal, saya takut waktunya tidak cukup untuk mengejar kelulusan secara tepat waktu, mengingat syarat untuk pra-pendadaran adalah telah memiliki publikasi. Saat memilih konferensi, fokus saya adalah konferensi yang difasilitasi (organized or supported) oleh kampus tempat saya menimba ilmu. Kita juga bisa memastikan konferensi tersebut di website komunitas ilmiah/asosiasi professional seperti IEEE karena rujukan konferensi saya ke sana. Langkah selanjutnya, saya pun bersegera untuk langsung mencari daftar konferensi di EDAS melalui https://www.edas.info/ (setelah sebelumnya membuat akun). Menurut saya pribadi, jika paper yang sudah dibuat sudah mentog di kepala (idenya), lebih baik segera submit saja untuk memperoleh masukan dari para expert di bidangnya.

Tampilan di EDAS https://www.edas.info/

Ndilalahnya pas sekali, hari itu, 21 Juli 2021 adalah hari terakhir submission deadline. Sore hari, saya pun langsung submit paper ke konferensi tersebut. Ternyata proses submit paper ada lika-likunya (butuh beberapa kali proses hingga bisa berhasil submit meski sudah menggunakan template dari IEEE). Waktu itu ada kendala seperti font, ukuran margin yang tidak sesuai, dan authorname: doubleblind. Setelah bertanya dengan kakak-kakak senior (semoga Allah membalas kebaikan mereka), maka saya diarahkan agar pada naskah manuscript/paper kita tidak perlu dicantumkan nama pengarang, untuk pdfnya bisa menggunakan Nitro. Alhamdulillah menggunakan Nitro cukup membantu mengatasi masalah font, tinggal terkait ukuran margin di mana saya (dibantu suami) uthek-uthek manual supaya sesuai, tulisan di footer dihilangkan, dan alhamdulillah berhasil submit malam hari sekitar pukul 7 malam.

Tampilan beberapa notifikasi di EDAS saat gagal mencoba submit paper

13.10.21

Berprasangka Baik kepada-Nya

Apakah semua yang kita pengen itu harus menjadi kenyataan? Kenyataannya adalah bahwa ada banyak hal di luar kendali kita yang memungkinkan hidup berjalan tak selalu sesuai dengan harapan kita. Saat itu terjadi, di sinilah peran iman kita. Sebuah keyakinan bahwa tak pernah Allah itu mendholimi hamba-Nya, bahwa manusia itu ilmunya hanyalah sekelumit, sementara ilmu Allah itu Maha Luas dan tak terjangkau dengan ilmu kita, bahwa Allah itu begitu Pemurah dan Maha Penyayang dari semua yang penyayang. 

Saat saya kuliah dulu, kakak tingkat saya, Mbak Farida (semoga Allah membalas kebaikan beliau dengan balasan yang lebih baik), pernah bilang sesuatu yang sampai sekarang masih menempel sekali dalam ingatan saya. Kira-kira begini kata beliau:

"Saat kita ke sebuah toko, hendak membeli sesuatu. Kita dengan teliti sekali melihat barang itu, memastikan bahwa tak ada cacat di sana untuk memastikan bahwa barang yang kita beli adalah yang terbaik. Lalu saat kita yakin, maka kita pun membawanya pulang. Ternyata sampai di rumah, kita merasa kecewa. Ternyata ada yang luput dari pandangan kita. Demikianlah pandangan kita, seorang manusia, di mana saat merasa sudah yakin saja, bisa saja ada luputnya."

Saat ada sesuatu yang tak sesuai dengan harapan kita seperti pengen kuliah di kampus ini ternyata ga keterima tahun ini-perlu mencoba lagi hingga bisa masuk, pengen penempatan di kampung halaman ternyata bukan di sana, pengen kuliah di jurusan ini ternyata melenceng, bahkan untuk kuliah butuh usaha berkali-kali, maka berprasangka baik dulu sama Allah. Biasanya hikmah dapat kita peroleh seiring berjalannya waktu, ternyata lebih banyak kebaikan pada jalur-jalur yang Allah pilihkan untuk kita, jika kita renungi lebih dalam.

Mungkin dulu kita akan menangisi kondisi diri dan bertanya seperti ini: kenapa begini? Tapi, beberapa hikmah biasanya akan kita jumpai kemudian. Bila rasanya belum punya jawabannya, maka bisa kita tengok dari banyak hal-hal baik yang kita terima saat ini. Allah Maha Pemurah, nikmat-Nya sungguh banyak tak terkira, tak kan sanggup kita untuk menghitungnya, akan selalu ada banyak hal yang bisa disyukuri.

maka…

Mari kita berterima kasih sama Allah, yang telah memberikan kita kesempatan hidup, semoga kita bisa mengisinya dengan menebar manfaat. Aamiin..

Terima kasih untuk segala nikmat-Mu, Ya Rahman..yang tak pernah lekang oleh waktu karena Engkau begitu mencintai hamba-Mu..

"Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata" (H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim)

---

Di suatu malam, di kampung halaman pada jeda sesaat mati lampu.


5.11.20

Hai

 


Sungguh tak terbayangkan saya bisa di sini. Semuanya betul-betul di luar dugaan saya sebelumnya. Saya sungguh takjub. Takjub dengan skenario dari Allah. Saya tidak akan pernah saya di kampus ini, di prodi ini tanpa izin dan bantuan dari Allah. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Swt yang dengan nikmat-Nya sempurnalah kebaikan-kebaikan.

Di sini ada banyak hal dengan nuansa baru. Teman-teman baru, dan tentunya ilmu baru beserta pernak-pernik perjalanan yang mengiringi di dalamnya. Satu kata untuk menggambarkannya, Seru! Oiya saya suka dengan suasana lingkungannya seperti “inggih/nggih” dan hal-hal lainnya seperti tindak tanduknya. Saya merasakan kembali suasana tanah kelahiran setelah merantau beberapa tahun lamanya.

Pada semester pertama kuliah ini kami langsung bertemu dengan mata kuliah metopen. Maka membuka jurnal adalah yang utama. Saya jadi berkenalan dengan IEEE. Gambar di atas adalah tampilannya. Selamat belajar dengan Bahagia (seperti sapaan dalam mata kuliah kami, Komputer dan Masyarakat!

4.10.20

Pas, tak lebih juga tidak pula kurang

Di antara kehamilan anak pertama, kedua, dan ketiga, kehamilan ketiga adalah yang tidak direncanakan. Setelah anak kedua lahir, kami berencana untuk memenuhi haknya yaitu 2 tahun ASI. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika hamil namun masih menyusui maka kuantitas ASI pun menurun drastis, maka kami pun mengupayakan agar anak kedua tetap memperoleh 2 tahun ASI. Qadarullah saat anak kedua berusia 19 bulan saya hamil lagi. Kalau jaman anak pertama dulu, saya hamil anak kedua pada saat anak pertama berusia 14 bulan dan sempat menyusui secara tandem. Kalau anak kedua kemarin tidak sampai tandem hanya menyusui saat hamil.

Kehamilan anak ketiga yang tanpa kami rencanakan (kalau diukur dengan ilmu manusia yang seuprit ini rasanya peluangnya kecil sehingga terasa mustahil) memiliki efek yang sungguh positif, jadi lebih banyak bersyukur. Saya yakin bahwa semua tentu atas takaran Allah..dan betul, sungguh Allah memberikan sesuatu itu dengan hikmah, dengan takaran yang tidak lebih dan tidak pula kurang, istilah kerennya adalah "pas", dengan takaran yang pas.

Kenapa?

Jika Allah mengabulkan doa kami hamil dengan selisih atau jeda dengan anak kedua 2 tahun, maka tentu kelahiran anak ketiga kami akan berada dalam masa pandemi. Masa di mana perlu banyak sekali persiapan. Sepertinya kami belum punya support system yang mumpuni untuk mendukung kondisi tersebut.

Alhamdulillah anak ketiga kami lahir tepat sebelum pandemi melanda Indonesia, khususnya Jabodetabek. Dengan kondisi kami hanya berdua saja tanpa ada sanak famili maupun yang bantu "rewang-rewang" di rumah, Alhamdulillah Allah berikan kemudahan dan kelancaran serta pertolongan tiada tara. Ibu mertua, setelah beberapa hari kelahiran, juga sempat menjenguk anak kami (cucu beliau).

Hikmah lainnya adalah kami bisa melakukan perjalanan k Jogja di mana usia dedek sudah terbilang lumayan cukup (lebih dari 6bulan). Saat hamil kemarin saya juga sempat melakukan senam ibu hamil yang difasilitasi dari kantor, bertemu dan berkenalan dengan bidan di balkes, sering berkonsultasi dengan beliau. Sempat melakukan medical check up juga sebelum hamil dan setelah hamil. Jadi tau Hb saya kalau sebelum hamil adalah normal di angka 13. Sering cek kehamilan juga di balkes. MashaAllah nikmat Allah sungguh banyak. Fabiayyiaalaairabbikumaa tukadzdziban..

Allah. Terima kasih banyak. Semoga Engkau membalas kebaikan orang-orang yang senantiasa membantu kami dengan pahala tanpa batas. Semoga Engkau Sayangi mereka Ya Rahman.

1.10.20

Belajar

 


Bismillah.. pagi ini lebih tepatnya dini hari ini sedang mencoba belajar pyclips. Tapi ternyata saya mengalami kebingungan bagaimana cara menginstallnya, mencoba bertanya kepada teman yang lain sepertinya sudah pada istirahat. Malah jadinya melipir ke python. Sekian purnama tak belajar lagi malah banyak yang lupa. Hikmahnya ilmu memang sangat perlu untuk senantiasa dipelajari dan digali, jangan pernah ditinggal pokoknya. Kalau lama tidak dibuka lagi, jadi banyak yang lupa ya.

Menyoba nyemplung di bidang ini. Ya Allah, mohon mampukan dan engkau berkahi. Belajar sesuatu yang baru itu jadi kayak makin kerasa sebutir pasir di pantai.  Ya Allah ilmu di dunia ini luas banget, banyak banget Ya Allah, apalagi ilmu-Mu.. 

25.9.20

Mencuci pada Sore Hari

Bagi rekan-rekan yang memiliki kesibukan luar biasa pada pagi hari dan punya mindset bahwa belum tenang rasanya jika hari ini belum mencuci baju, maka mencuci pada sore hari merupakan salah satu trik sederhana. Mencuci sore hari akan membuat kita tenang di esok pagi. Bangun pagi menjadi lebih terasa diberikan "banyak waktu". Pagi pun akan lebih bisa fokus pada hal-hal yang lain seperti memasak, beres-beres rumah sebentar, tilawah atau memulai mengerjakan PR. 

Selain mencuci pada sore hari, mengepel pada malam hari juga termasuk salah satu trik agar bangun pagi langsung menyentuh lantai nan kesat, pikiran lebih jadi rileks dan fresh. Lainnya? Tentu mencuci piring atau alat masak, biar pagi tinggal masak.

Nah... Jadi... mencicil pekerjaan atau kegiatan itu sangat berguna dan asyik. Tak lupa, mulai dengan bismillah ya..agar tak ada yang sia-sia, semua bernilai pahala, dan yang penting semoga Allah ridha...

Terima kasih Allah atas segala nikmat-Mu, semoga kami menjadi hamba yang senantiasa bersyukur. Menjadi hamba yang selalu berprasangka baik kepada-Mu..bahwa Engkaulah sebaik-baik Penyayang dari semua yang penyayang..

------updated per 1 Oktober 2020-----

Hal terberat adalah berusaha konsisten dalam menerapkan hal ini. Kadang setelah seharian berjibaku, badan lelah..maka tak apa..mari kita berikan hak tubuh untuk istirahat. Jika tak mampu mencicil banyak hal, cukup kerjakan semampu kita, ikhtiar semampu kita. Sebuah catatan untuk diri ini.

-----

24.2.20

Kita sama-sama lelah
Tak masalah
Tak perlu gelisah
Ataupun gundah

Kita pun sama-sama gerah
Tak masalah
Tak perlu merasa payah
Maupun resah

----
Jangan menyerah!


10.10.19

Tak ada balasan kebaikan selain kebaikan itu sendiri...

Sungguh banyak pertolongan dan kebaikan-kebaikan yang kami dapatkan saat tolong menolong dalam kebaikan...

Dua tahun yg lalu, kami mendapat tawaran untuk menempati sebuah kontrakan yang tak jauh dr rumah kami sekarang. Sejujurnya saat itu kami sungguh galau. Yup galau akult. Pertama karena kontrakan kami masih ada sisa dua bulan lagi, kedua (dalam pemahaman saya) jarak tempuh kontrakan yg ditawarkan tersebut adalah 4km dr kontrakan kami, apa nanti ga makin susah ke tempat jemputan? (Demikian pikir saya), ketiga di kontrakan sekarang saja sholat maghrib kami kejar-kejaran waktu (waktu itu kami baru bisa finger print 17.00 sepagi apa pun kami nyampe kantor). Nah...makin galaulah saya saat itu..apakah ini pilihan tepat?hiks..hiks..

Singkat cerita, paksu meyakinkan saya bahwa kita kan niatnya membantu, inshaAllah pasti akan ada banyak jalan.. maka bismillah, akhirnya kami pun memutuskan pindah ke kontrakan yang tak jauh dari rumah kami sekarang..

Dan sungguh..terbukti.. Sungguh Allah banyak berikan kemudahan.. Beberapa kemudahan itu antara lain:
- air yang cukup
- mudahkanya ojek online datang (jika dulu sebelum kami  harus pindah, saya harus jalan dulu ke tempat yg mudah dipahami bapak ojek online, maka yang baru adalah bapak ojek sudah bisa di depan kontrakan, sambil menunggu bapak ojek saya bisa siap2 dengan segala peralatan tempur). Sungguh ini sangat membantu sekali, tak terbayang jika saya harus jalan sambil bawa anak dan tentengan bejibun.
- dapat tetangga yang baik (ini bagian dari rejeki kami juga) alhamdulillah..alhamdulillah..
- jarak tempuh ke tempat jemputan ternyata sama dengan yang dulu, plus kami juga punya banyak waktu untuk sholat maghrib setelah kami bisa pulang 16:30 (karena kami sampai kantor sebelum jam 7pagi)
-dekatnya dengan berbagai fasilitas (tukang sayur, heheh, dan tak kalah penting adalah daycare, dll)

Alhamdulillah..segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya, sempurnalah kebaikan-kebaikan.. Nuwun Allah...

21.3.19

Second test

Sudah cukup lama saya tidak mengikuti test Toefl. Test Toefl ITP pertama saya pada 2015 lalu. Toefl itp saya kedua adalah hari ini. Seiring berjalannya waktu, biayanya pun sudah berubah, sudah naik. Kalau dulu, saya tesnya ditemani kakak Hafsa di dalam perut. Namun kali ini, saya sendirian (hehhe..tidak ditemani dedek di perut).

Pagi ini usai menyuapi dan mengantar anak ke daycare, saya menuju ke tempat tes dengan menaiki ojek online, sesuatu yg berbeda dengan tes sebelumnya karena saat itu belum ada. Gedung dan lantai tes nya masih sama hanya yg sekarang bedanya lantai 1&2 sedang diperbaiki.

Ujian pun kelar sekitar setengah 12 siang. Saya pun beranjak meninggalkan ruangan dan gedung. Langit menyambutku dengan hujan deras. Sederas hati saya ingin meringis. Ini persepsi sih ya. Padahal hujan kan berkah ya. Namun berhubung suasana hati sedang sedih, hujan rasanya semakin menambah hati yang pilu. Hiks. Sedih jikalau uang yang digunakan untuk tes berakhir sia-sia. Eits, sebetulnya tidak sia-sia. Ini adalah investasi bukan?


  • Setelah saya pikir-pikir, hujan tadi ada berkahnya. Saya jadi naik angkot. Lebih hemat malah daripada ojek online. Nah, kan..ada yang luput disyukuri.


Pun, kalau tidak memuaskan. InshaAllah, ada rezeki lainnya. Tidak ada yang sia-sia.

"Semangat. Kalau udah belajar maksimal, pasti ada rezeki lain yang didapat." (My beloved husband, 2019)

9.11.18

Bahagia Itu Ada dalam Hati yang Lapang

Tak peduli dengan berbagai kesulitan yang engkau hadapi,
Saat hatimu lapang, engkau mampu melihat semuanya dengan pikiran yang jernih
Lalu engkau merasa betapa besar cinta Sang Pencipta untukmu

Bukan..Bahagia itu di hati, bukan di materi
Materi hanya bertahan sesaat
Lantas saat ada hal tak sesuai denganmu maka engkau lupa
Lupa bahwa engkau punya materi tadi
Yang kau kira akan membuatmu bahagia selalu

Saat diberikan nikmat, bersyukur
Saat ada kesulitan, yuk hati lapang,
lapang seluas galaksi
Duhai hati yang masih saja berkecil hati :-(

10.7.18

Naik Lift

Berurutan
dari lantai terbawah
sampai teratas

Sabar
meskipun engkau masuk duluan
bukan berarti engkau sampai duluan
tergantung posisi lantaimu

--
Ada banyak hal di mana bukan berarti jikalau kita lebih dulu maka kita pula akan lebih dulu. Sebagai contoh, kita lahir lebih dulu, bukan oula berarti amal kita lebih banyak lalu atas ridho-Nya, kita masuk surga lebih dulu.

Pun seperti halnya yang datang lebih dulu bukan pula berarti  yang rumahnya paling dekat. 



12.5.18

Bagaimana Kita Mencintai Allah?

Maaf ya Nak, judulnya terlalu berat. Umi juga masih tahap belajar ini, Nak.

Anakku, siapa yang paling mencintai kalian?
Umi dan abi kah?
Eum.. umi dan abi mencintai kalian Nak..tapi ada yang lebih mencintai kalian bahkan dibandingkan dengan diri kalian sendiri..

Siapa kah itu?
Dialah Allah, Nak
Yang Menciptakan kita..
Umi, abi, dan juga kalian anak-anakku

Allah adalah sebaik-baik Penyayang dari semua yang penyayang..
Demikian Allah menjelaskan langsung.

Eum... sejak masih di dalam perut umi,
Allah tak pernah lupa lho Nak mencukupi kebutuhan kalian
Apa-apa yang menjamin kehidupan kalian
Makanan, minuman
Lalu setelah lahir..Allah karuniakan Asi
Lengkap dengan gizi dan sistem imun terbaik
Tubuh dengan segala kesempurnaan penciptaannya
Kita bisa bernapas, mendengar, melihat, bergerak

Allah karuniakan hujan
Lalu tanaman tumbuh dan buah pun bermunculan
Juga hewan-hewsn bisa hidup

Allah sayang kita, Nak

for you

Anak-anakku

Umi tidak tahu seperti apa zaman kalian nanti
Namun, seperti apa pun zaman kalian nanti,
umi berharap kalian tidak pernah jauh dari Allah
Jangan pernah meninggalkan Allah dan agama, Nak
Itulah kunci dari kehidupan ini

Bersemangatlah dalam menuntut ilmu, Nak
Dengan ilmu, dunia menjadi terang benderang
Kau tahu, Nak, Allah meninggikan derajat orang-orang berilmu
Semoga Allah karuniakan ilmu bermanfaat bagi kalian, Nak
dan Allah memberkahi hidup kalian

Umi kasih tau, Nak
Ilmu dapat diraih dengan hati yang bersih
Maka jaga senantiasa hatimu
Jikalau ada kata-kata yang menyakitimu
Maka biarkan ia melewatimu
Agar hatimu tak lelah
Demikian kata sahabat Ali bin Abi Thalib, Nak

Nak...
I love you,
Maafkan umi dalam mengasuh kalian yang masih banyak khilaf..
dan minimnya stok sabar
I love you, darling.

_Tangerang Selatan, saat anak-anak tertidur pulas-
Dini hari, pukul 02.05




3.4.18

Mengubah Mood

Saya masih ingat zaman dulu ketika belum berkeluarga, saat masih jadi anak kosan, he, saya menulis apa saja yang akan dilakukan esok hari mula pagi sampai malam. Ndilalahnya, pagi itu listrik padam. Akibatnya beberapa agenda yang saya susun seperti efek domino, secara sambung menyambung, gagal terealisasi. Contohnya, mandi pagi (kosan saya tidak memiliki bak mandi-jadi saat mati listrik air jumlahnya terbatas di ember, sementara penghuni kosan banyak), mencuci baju, menyetrika, memasak nasi (pakak magic com).

Lalu... Karena belum mandi, akibatnya ga jadi beraktivitas ke luar. Mhihihi. Sebagai anak kos..saya merasa betul-betul tergantung listrik. Wkwkwk.


Sebetulnya, hal ini bisa diantisipasi dengan cara mandi lebih pagi sebelum jam 6. Sederhana sekali ya. Kalau sudah mandi kan aman ya. Mau keluar bisa oke.

Tapi.. poin penting lainnya adalah..bagaimana membangun kembali jiwa saat merasakan bahwa ternyata rencana yg saya (yang sudah rapi disusun itu) tak dapat terlaksana?

Sederhana juga ternyata. Selain menerima ternyata solusinya adalah segera/lanjutkan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Keep doing! Usai mengerjakan hal itu (misal beberes kamar, bersih-bersih kipas, tilawah, atau yang lainnya) entah kenapa hati jadi bahagia.

Jadi, saat kita merasa ga enak, ngedown, duh.. kok jadi gini (misalnya) langsung coba kita arahkan apa ya yang bisa saya kerjakan. Lalu mulai kerjakan. Selanjutnya, yeah..saya senang saya jadi bisa menggunakan A,B,C,...Z.

27.3.18

Berdamai atas pemberian Allah. Lho lho lho. Apa ini mksudnya? Pernah nggak sih kita sedang beejalan menuju ke arah busway. Ternyata pas sampai di halte, bus yg kita tunggu lgsung ke rute yang kita tuju. Tanpa perlu transit halte. Seneng banget kan ya. Eits.. ternyata kita salah ambil jalur antrinya. Akhirnya demi mengejar bus kita lari ke jalur yang benar. Terus sampai di sana, tempat duduk penuh. Padahal tujuan kita jaug dan persis orang yang antrinya di depan kita dapat tempat duduk. Lalu..apa kah terus sedih?

Di lain waktu, kita berangkat udah kesiangan. Wah ini mah kalau dihitung dengan kalkulator manusia bakalan ga dapat tempat duduk ini. Nyatanya dapat lho.hehe

---
Nah..nah..nah..
Positive thinking.. tetap semanga. Bayangin senyum anak..cling...

22.3.18

Mengenal rasa

Ada mangga manis pun ada pula yang masam. Bagi pecinta rasa manis, tentu pengennya semua mangga itu manis. Namun, ada juga lho yang lebih suka mangga yang tak begitu manis (yang ada masamnya sedikit). Selain itu, ada pula yang suka mangga masam seperti mangga muda.

Setiap hari kita disuguhi berbagai​ warna. Warna baju yang berbeda-beda. Warna mobil yang beraneka warna. Pun dengan gedung, tas, rambu lalu lintas, tas, buku, dan yang lainnya.

Bagaimana warna hatimu hari ini? Semoga diliputi ketenangan, kesyukuran. Kalaulah tak sedang terang, semoga engkau bergegas menyinarinya. 

It's okay. Just relaxe. Allah Maha Menyayangimu. Istirahat sejenak lalu melangkahlah.


9.3.18

Allah..Ampuni..
Bagaimana bisa..Seseorang yang dikarunia-Nya begitu banyak nikmat tapi ia tak jua kunjung bersyukur?

Allah..Ampuni..
Bagaimana bisa.. Seseorang yang dianugerahi banyak kemudahan tapi masih saja ia mengeluh?

27.2.18

memandang

Saat engkau mendongak ke atas terlalu lama
dalam hal dunia
dan silau sinar mentari menimpa wajahmu
Melelahkanmu
Meletihkanmu

Lalu kenapa tak kau coba menengok ke bawah?
Bukankah di sana ada semut-semut berjuang
Memindahkan makanan ke dalam sarangnya?
Yang bisa jadi tempatnya sangat jauh
Tapi ia tak mengeluh



23.2.18

Mengelola Rasa: Asip Tumpah

Jumat siang ini seperti biasa saya menengok dedek (anak kami kedua) di Taman Bermain Anak. Saya biasanya sambil menengok membawa peralatan pompa asi. Jadilah saya Pumping sambil nemenin dedek. Hasilnya Masha Allah selalu lebih banyak dibandingkan pompa sendirian (ga dibantu dedek). Salah satu bukti bahwa daya sedot bayi adalah pumping terbaik. Pumping siang ini Alhamdulillah saya dapat 90cc. Masha Allah senangnya. Namun, ada yang luput dari saya, plastik untuk menampung Asip. Jadilah Asip saya tetap taruh di botol. Kena goncangan saat jalan ke kantor inilah yang menyebabkan Asip Tumpah dan tinggal sekitar 30cc. Rasanya sedih sekali. Duh..

Lalu.......
Hikmahnya adalah...
Allah menguji tak hanya dengan senang..Tapi juga sedih.. ini bukti kasih sayang-Nya.. bahwa..

Ke depan harus lebih bijak lagi. Tidak boleh sembarangan bawa Asip. Harus dijaga keamanannya.

Ke depan harus lebih tenang lagi.  Tak asal grusa-grusu.

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...