Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan

28.12.17

Catatan Pernikahan Tahun Ketiga

Kamis, 28 Desember 2017 hari ini merupakan tahun ketiga pernikahan kami. Alhamdulillah, pada tahun ketiga ini, kami ditemani dua permata hati kami, Mbak Hafsa (2y) dan Dedek Nusaibah (2,5m). Selama tiga tahun pernikahan ini, sepertinya raport saya masih merah. Banyak sekali luput dan kekurangan  saya di sana sana-sini​ baik sebagai isteri maupun ibu. Sampai sekarang menyisakan PR untuk terus-menerus berbenah diri.

Salah satu momen besar selama tiga tahun pernikahan ini adalah tugas belajar bersama suami di mana sama-sama satu kampus (pernah dibahas di blog suami dengan link berikut http://www.pnsbackpacker.com/2017/03/tugas-belajar-bersama.html?m=1). Momen tugas belajar ini sangat berkesan sekali, kami bisa buka puasa bareng di rumah sebulan penuh, liburan di kampung halaman dengan durasi waktu cukup lama 2-3minggu, ujian di saat hamil lalu melahirkan di masa UTS, menyempatkan pumping untuk asip di sela-sela kuliah. Kemudian mendekati selesainya masa tugas belajar, alhamdulillah saya hamil anak kedua.

Saya meyakini bahwa menikah bukanlah penghambat dalam melanjutkan pendidikan. Dengan menikah, saya merasa rezeki untuk saya bertambah-tambah. Salah satunya rezeki tugas belajar tersebut. Salah satu keajaibannya adalah ketika saat saya merasa hampir menyerah untuk bisa kuliah DIV bareng suami, tak lama kemudian tiba-tiba ada penawaran beasiswa kuliah DIV (yang kampusnya sama dengan suami). Saya seperti mendapatkan kesempatan kedua. Hal menakjubkan selanjutnya adalah kemudahan untuk memenuhi syarat beasiswa tersebut, dalam hal ini TOEFL ITP (kalau tidak salah dalam sebulan hanya bisa mencoba satu kali). TOEFL ini adalah tantangan tersendiri bagi saya, karena itu artinya saya hanya bisa ikut sekali. Sekali itu saya gagal, alamat saya tidak bisa mendaftar DIV yang berarti juga tidak bisa kuliah bareng suami. Alhamdulillah persyaratan untuk beasiswa tersebut berhasil saya penuhi meski dengan pas-pasan. Atas izin Allah, alhamdulillah saya diterima. Mudah-mudahan kelak ada rezeki kuliah bareng lagi.

Menikah adalah ibadah. Banyak pahala berlimpah-limpah dalam bingkai pernikahan. Bahkan bercanda dengan isteri pun bukanlah kesia-siaan.

Menikah adalah ibadah. Sebagai pengingat diri ini bahwa dalam menikah tak melulu soal suka dan bahagia. Kadang ada air mata di sana. Semoga Allah berkahi baik dalam suka dan duka.

----
Thank You, Allah.. Bimbing senantiasa kami. Semoga kami sekeluarga nanti dapat masuk ke dalam rahmat dan surga-Mu.

25.8.17

Berbunga-bunga

Berbunga-bunga
Bermekaran
Memenuhi impian

Berbunga-bunga
Bermunculan
Menorehkan senyuman

aku

13.6.17

Saranghaeyo



Cinta..barangkali ia bersembunyi di balik awan atau pepohonan
Atau di balik kuncup bunga
Hingga beberapa saat kemudian
Ia pun terbit, muncul, dan mekar
Menyapamu kali ini
Pada pagi hari
Saranghaeyo

8.5.17

Sabar

_Catatan sebagai pengingat diri_

Tentang kesabaran..


bahwa..

Allah beserta orang-orang yang sabar...
Man shabara zhafira.. (barang siapa bersabar, maka ia akan beruntung)
Jangan marah maka bagimu surga..jangan marah maka bagimu surga..jangan marah maka bagimu surga..

Ya Allah..semoga diri ini bisa lebih bersabar..
tak hanya sabar dalam mendidik anak tapi juga sabar dalam menghadapi semuanya...

3.10.15

Mengenai Rezeki

Beberapa waktu yang lalu ketika memutuskan untuk menikah, ada banyak hal yang membuat saya khawatir dan was-was. Eum, nanti uangnya dari mana yah? Tidak mungkin saya bergantung kepada orang tua. Meskipun, menikahkan anak adalah salah satu kewajiban orang tua, namun saya memahami sejauh mana kemampuan orang tua. Pada saat itu, akal saya serasa sudah mentog, dalam arti lain, udah kepentok, hingga berkali-kali saya seperti diingatkan, hei..ada Allah. Bukankah menikah adalah hal yang sangat baik. Lebih dari sekdar sangat baik malah. Itu adalah separuh agama. Lalu, bagaimana Allah tidak akan menolong hamba-Nya? Itu sangat tidak mungkin. Kekhawatiran itu pun sedikit demi sedikit sirna.

Berbekal keyakinan dan doa (favorit saya banget),<< Ya Allah, hamba memohon kemudahan, tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan kesulitan adalah mudah jika Engkau menghendakinya.>> Bismillah… bismillah,,, bismillah, saya pun memantapkan diri menuju ke hari penuh  sejarah itu.

29.7.15

Muslimah Day 2015_Mbak Asma Nadia

Salah satu kelebihan tinggal di dekat kampus adalah bisa menikmati event-event yang diadakan di kampus. Meski sekarang sudah bukan lagi menjadi mahasiswa, alhamdulillah ada event terbuka untuk umum yang diadakan di kampus. Pas akhir pekan lagi, dan tak ada jadwal ke mana-mana karena saat itu saya sedang hamil muda sehingga lebih memilih beraktivitas di kosan atau sekitar kosan . Jadi, begitu tau infonya, langsung ndaftar. Nama acaranya Muslimah Day 2015. Dalam acara yang berlangsung di Student Center pada hari Ahad, 26 April 2015 tersebut, ada kajian yang diisi oleh mbak Asma Nadia.

Berikut ini, sedikit resensi dari yang disampaikan oleh Mbak Asma Nadia. Semoga bermanfaat.

Pada awal materi, mbak Asma Nadia bercerita mengenai masa kecil beliau yang suka membaca tetapi tidak punya uang. Beliau sering membaca dari bungkus cabai dan bawang namun sering sedih karena bungkusan yang ada di pasar tak memiliki urutan halaman. Beliau senang merajut mimpi di toko jendela buku besar meski tidak diperkenankan masuk karena penampilan yang lusuh. Semangat untuk membaca senantiasa bersemi di hati seperti dengan mengais buku dari penjualan buku bekas, "Apa pun Asal Bisa Membaca", kata beliau. Saat beliau sakit-sakitan, membaca buku menjadi obat beliau di rumah sakit.

Selanjutnya, mbak Asma Nadia mengisahkan ketika hidayah menyapa beliau untuk berjilbab, perjuangan beliau selama mengenakan jilbab, sekaligus memberikan semangat kepada para muslimah dalam berjilbab, antara lain:
  • Allah sudah memberi banyak nikmat, kenapa berhitung untuk taat?
Islam adalah tunduk, patuh, berserah diri. Sudah ikhlaskah kita pakai jilbab?
  • Berjilbab tanpa izin orang tua
Mbak Asma Nadia memutuskan mengenakan jilbab selang beberapa hari dari kakak beliau, Mbak Helvy Tiana Rossa. Keputusan untuk berjilbab beliau lakukan tanpa izin orang tua. Ali bin Abi Thalib masuk Islam juga tanpa izin orangtua.
  • Ujian jilbab baik di rumah maupun di sekolah
Bukan Salah Jilbabmu
  • Asah Kreatifitas > beri ruang untuk hobi dan potensimu.
Saat kita pakai jilbab, identitas Islam langsung melekat ke kita. Buktikan dengan jilbab itu, prestasi dan akhlaq kita makin bagus.
Oiya, beberapa kriteria jilbab yang perlu diperhatikan adalah: menutupi dada, tidak transparan, tidak membentuk, sama satu lagi (tidak saya tulis di sini karena saya tidak mampu membaca tulisan tangan saya sendiri, duh, hiks)
  • Usahakan menjadi Yang Terbaik
  • Perbaiki Diri Lahir dan Batin >> Salon Kepribadian; jangan jadi muslimah nyebelin.
Jangan jadi muslimah galau >> jangan menghabiskan waktu, pikiran, dan energi untuk seseorang yang tidak mengukir namamu di hatinya. Dengan jilbab, cinta ke Allah adalah nomor 1 (satu). Ketika galau, muslimah jadi gak ceria. Daripada galau, percantik diri lahir dan batin. Janji Allah : Laki-laki baik untuk perempuan baik. Alhamdulillah, banyak muslimah berjilbab menikah muda.
  • Jilbab bukan Pembatas Mimpi

14.7.15

Ramadhanku

Gambar diambil dari: http://www.howellmainfour.com/9373/sports/new-beginnings-for-spring-sports/
Ramadhan 1436 H kali ini adalah Ramadhan yang sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini saya menunaikannya bersama suami dan calon dedek bayi di dalam perut. Selain itu, inilah Ramadhan pertama saya berbuka puasa di tengah-tengah perjalanan. Oiya, jam pulang kantor di tempat saya maju satu jam lebih awal lho dari biasanya selama Ramadhan ini, namun, karena jalanan yang kami lewati lumayan padat merayap sehingga kami belum mampu tiba di rumah sebelum adzan maghrib berkumandang. Walaupun berat di awal, lama-lama saya terbiasa. Allah memampukan saya melaksanakannya. 

Sebetulya, ada alternatif moda transportasi yang bisa sampai lebih awal ke rumah, yaitu commuterline, namun, untuk ibu hamil, saya merasa lebih nyaman naik mobil jemputan kantor. Selain karena sudah pasti dapat tempat duduk, naik mobil jemputan juga bisa tidur selama perjalanan..hehe. Di dalam perjalanan, selain tidur, sebenarnya ada banyak yang bisa dilakukan seperti tilawah (kalau semisal tidak pusing baca di dalam mobil), atau zikir pagi sore. Namun, ada kalanya pusing melanda sedari awal  perjalanan, kalau sudah gitu, tidur adalah hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Heheheh.

Pada 23-24 Juni yang lalu (6-7 Ramadhan) saya bersama suami mengikuti ujian D4. Nikmatnya ujian ketika sedang berpuasa adalah suasana yang lebih kondusif bagi ruhiyah, kepasrahan tingkat tinggi. Uniknya, ujian kali ini ada yang diantara kami selaku peserta ujian yang diantar suami, diantar anaknya (dedek bayi beberapa bulan), atau suami dan isteri saling mengikuti ujian. Ujian D4 ini juga sebagai sarana bertemu kembali dengan teman-teman dari kampus dulu, semacam reuni dadakan, mhihi. Jadilah, usai ujian, tampak diantara kami selaku peserta ujian (dengan pakaian atasan putih dan bawahan hitam), masih berkumpul sambil bercengkerama dengan rekan sesama peserta ujian yang lainnya.

Hal yang sangat saya syukuri lainnya adalah munculnya kembali selera makan. Sudah lama sekali rasanya tidak merasakan ini, setelah berbulan-bulan (sekitar 4 bulan) tidak bisa menikmati enaknya nasi. Kemarin sore dengan berbuka nasi padang, saya bisa menikmati betul-betul nasi yang hangat, lauk yang nikmat. Alhamdulillah..kini masa-masa menaikkan kembali berat badan yang sempat turun telah datang. Saya pun siap dengan masa-masa ke depan-masa di mana katanya porsi makan orang hamil cukup besar. Yes, I am ready for that!

11.7.15

Menjelang Ramadhan dan Puasa Qadha

Gambar diambil dari:http://ink361.com/app/users/ig-8648145/indadari/photos/ig-979627986715224949_8648145

Waktu berjalan sangat cepat hingga waktu itu tinggal selangkah lagi Ramadhan akan tiba. Sempat merasa was-was dan khawatir mengingat saat itu saya masih menyisakan utang puasa Ramadhan (hiks) ditambah lagi dengan kondisi sedang hamil yang kerap mual-mual dan muntah. Alhamdulillah, atas segala pertolongan dari Allah, utang puasa saya lunas pada h-2 menjelang Ramadhan. Yeah, dedek-di dalam perut-kita berhasil,,!

Kalau mengingat masa-masa melunasi utang itu, rasanya sungguh keajaiban. Hanya Allah-lah Pemilik segala kekuatan. Sebagian besar, saya menjalankan puasa qadha tersebut pada akhir pekan dengan pertimbangan libur dari kegiatan kantor sehingga tidak akan perlu merasakan waktu tempuh perjalanan kantor-kosan yang lumayan jauh. Namun, ternyata waktu untuk melunasi hutang pada akhir pekan tidaklah cukup sehingga pada akhirnya saya melaksanakannya pada hari kerja dengan jam pulang kantor 17:00 dan kemacetan yang mewarnai selama perjalanan pulang.

Usai menuntaskan utang puasa tersebut, saya pun semakin mantap untuk tetap berpuasa selama Ramadhan, apalagi jam pulang kantor saat Ramadhan lebih awal sejam (16:00) sehingga ada kesempatan untuk bisa berbuka di kosan. Oiya, selama menjalankan puasa tersebut, alhamdulillah dedek juga sehat. Dokter kandungan juga sama sekali tidak melarang untuk berpuasa (Ketika ditanya, bolehkah puasa selama hamil? Jawabannya boleh banget kata beliau..hehehe) Namun, tentu ada banyak hikmah yang bisa saya petik. Salah satunya adalah jangan pernah menunda membayar utang (puasa). Mungkin setahun terasa sangat panjang, tetapi kita tidak pernah tahu, ke depan akan ada hal-hal apa saja yang akan terjadi. Nah, terlebih, bagi yang akan menikah (lho?!!), hehehe, kalau bisa sebelum akad nikah, udah selesai ya utang puasanya. Jangan seperti saya. Jadi, bila ternyata usai akad nikah itu Allah langsung menganugerahi dengan titipan (anak), maka tidak perlu ada rasa khawatir atau was-was jika masih punya tanggungan utang.

Demikian, semoga Allah mengampuni segala kekhilafan. Segala puji bagi Allah Swt, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan-kebaikan.

30.4.15

6w

Setiap kali bertemu atau sekadar berpapasan dengan ibu-ibu muda dengan raut muka semakin menawan di wajahnya (saya menyebutnya begitu karena pesona mereka yang memancarkan aura berbeda), rasanya takjub luar biasa. Mereka cantik. Mungkin ini adalah hasil dari segala perjuangan mereka...

Wanita-wanita hamil adalah sosok luar biasa...

20.1.15

Cherry Blossom 2


Awal-awal masuk kantor usai cuti menikah dengan status baru (mhehe), saya mendapat banyak do'a. Menikah memang bertambah rizki ya, jadi dido'ain banyak orang. Gimana ga seneng kalau dido'ain baik ya! Alhamdulillah, semoga doa-doa itu kembali juga kepada yang mendo'akan. Usai disalamin dan dido'ain, sampailah pada pertanyaan gini: "Gimana rasanya habis nikah?"Eum...maka saya jawab dengan senyum-senyum saja. Mhihi..saking bingungnya harus jawab apa. 

Gimana habis nikah?

Saat ini saya sedang belajar adaptasi. Adaptasi terbesar adalah adaptasi terhadap kehadiran sosok baru bernama suami. Adaptasi yang kata orang-orang berlangsung seumur hidup. Betul juga! Now, I am learning you, begitu kalau di dalam lagunya Yuna (Deeper Conversation). Dua orang yang sejatinya berbeda kemudian hidup dalam satu rumah (semoga menjadi baiti jannati.. aamiin Rabbi..) tentu akan dijumpai hal-hal yang berbeda. Tak perlu untuk hal-hal yang besar bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun seperti, meletakkan baju atau pun barang-barang, menata sepatu, makanan kesukaan bisa saja ga sama. Maka, sedari awal, perlu siapkan mental ya..(lebay, kayak apa ajah, hehehe). Tapi itulah lucunya dan mungkin ini yang disebut dengan seni memahami orang. Mhihi, belajar psikologi ya.

Adaptasi selanjutnya, kalau menurut saya, adaptasi terhadap waktu. Kok bisa, bukannya waktu masih sama 24 jam ya? Kalau dipikir-pikir, Hehe, iya juga ya, waktu tetap 24 jam, tapi kok rasanya makin cepet aja ya! Baru nyuci piring eh tak taunya udah pagi jam 05-an lebih, artinya, udah saatnya berangkat ke kantor, atau baru sholat Isya' di kontrakan, eh tau-tau kok udah malam aja. Sudah saatnya istirahat, biar esuk hari fresh bekerja. Cling...! Senyum ala pasta gigi..Hehe.

Kembali ke topik awal, gimana habis nikah? 
Seru! Jawaban singkat nan penuh makna ya! :D
Marilah melangkah...
Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Swt yang dengan nikmat-Nya sempurnalah kebaikan-kebaikan.

19.1.15

Kurang Apa Lagi

Berangkat pagi-pagi
menjemput rizki
sembari menikmati
indahnya alam pagi

Udara sejuk
langit menjemput fajar
berkah di pagi hari
siap menanti

Kurang Apa Lagi? :)
Perjalanan di pagi hari saat lampu-lampu masih menyala..saat langit berangsur-angsur terang.. Mari menjemput rizki

15.1.15

Cherry Blossom

Tak cukup rasanya menggambarkannya. Hanya rasa syukur yang terpanjat tiada terkira atas segala anugerah ini. Betapa banyak pertolongan yang telah diulurkan, beban-beban yang diangkat sehingga terasa ringan, serta rizki yang datang dari arah yang tak terduga. Tiada kemudahan yang terjadi kecuali apa yang Dia jadikan mudah dan apa yang sulit adalah mudah jika Dia Menghendaki-Nya.

"maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."Q.S asy-Syarh (94):5-6

Dua puluh delapan Desember 2014, 7 Rabi'ul Awal 1436H pada hari Ahad pagi sekitar pukul setengah sepuluh, akad nikah mitsaqan ghaliza telah dilangsungkan. Usai akad, hujan sempat turun beberapa lama. Alhamdulillah.. Udara yang sebelumnya sempat mulai agak gerah berangsur-angsur menjadi sejuk. Oiya, sehari sebelum akad, Jogja hujan sejak pagi sampai dengan malam sehingga pada Ahad pagi tersebut jalanan Jogja basah diselimuti udara sejuk, dan pohon-pohon pun berbahagia mendapat curahan air hujan. :)

4.12.14

Hadiah Tak Terduga

Hari ini siang hari usai menyantap makan siang, saya menemukan hadiah istimewa. Gak disangka-sangka! Rasanya pengen melonjak bahagia saat itu juga. Beberapa waktu yang lalu, usai tak sengaja menemukan lagunya Raef yang berjudul So Real disambung dengan lagu-lagu lainnya di dalam album the path, kemudian saya menuliskannya liriknya di blog ini, akhirnya saya menemukan CD-nya! Benar-benar tanpa perlu jalan ke luar ke toko musik.

Saya hanya perlu mendatangi stand Dompet Dhuafa di lobi kantor...

Anehnya, meski saya tau kalau ada stand Dompet Dhuafa, saya baru tau kalau ternyata Dompet Dhuafa menyedikan album Raef berjudul The Path.

Ini kesempatan luar biasa... Kebetulan yang luar biasa. Wow..! maka saya langsung putuskan untuk membawanya..hehe

Terima kasih luar biasa tentu untuk Allah Swt yang udah kasih rejeki buat beli ini, yang udah beri rasa "suka"dengerin lagunya Raef..

Allah MahaBaik... :D
Alhamdulillah.... :)

11.11.14

So Real

Ternyata Raef punya nasyid yang berjudul So Real. Lewat nasyid ini, raef berkkolarborasi dengan Maher Zain dengan suguhan pemandangan pantai. Berikut ini, liriknya (dapat disimak juga videonya di https://www.youtube.com/watch?v=Q4tpqX-Lr9s)

They say that love never lasts
That love never lives to see another day                  
But what I know deep down inside
It’s what I feel and it’s so real
I gave it up all for You
and there ain’t nothing that I won’t do
all I know deep down inside
It’s what I feel and it’s so real with You!

Allah, everyday I’ll try to be as true as I can to You
‘Cause loving You the best I can
Will always be my number one and only plan
Yes everyday I’ll try to be as true as I can to You
Because loving You the best I can
Will always be my number one and only plan

They say, “You’re out of your mind”
“Don’t you know that love fades away?”
They say, “It only brings you pain!”
But what I feel is so real!
I gave it up an turned to You
Because I know what your love can do
O Allah open up our hearts
And make us feel how it’s real with You!

Allah, everyday I’ll try to be as true as I can to You
‘Cause loving You the best I can
Will always be my number one and only plan
Yes everyday I’ll try to be as true as I can to You
Because loving You the best I can
Will always be my number one and only plan

Gambar diambil dari http://mzagb.blogspot.com/2014/07/raef-so-real-feat-maher-zain.html

Raef_Home

Sudahkah sahabat pernah mendengar nasyid dari Raef yang berjudul home? Saya suka sekali dengan liriknya. Berikut ini lirik dari nasyid tersebut (selengkapanya dapat disimak di https://www.youtube.com/watch?v=o4hIP1gsmsI)

HOME
I’ve been through sunshine
Made friends with the moonlight
Traveled the ancient lands
And sailed across the seas
I’m free when I think and fight for what’s right
Ain’t nobody gonna tread on me
A place I’d call mine and yours forever
This land was made for you and me!

Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be me, me, me, yeah!

Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be free, free, free, yeah!

Our lakes they praise the Great
Through the Mississippi valley
Our smile they shine from sea to sea
In Him we’all all trust, be free forever
Home of the brave is where I’ll be
From York that’s all new, to the city of Angels,
God bless this land for you and me!!

Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be me, me, me, yeah!
Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be free, free, free, yeah!

All I know is: love can feel so good
When we know it brings us close to
Home-sweet-home where
Your mind can set your free..
Set you free...

Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be me, me, me, yeah!
Ain’t no place like home, they say
Home is where that heart is, home is where your love is,
Ain’t no place like home where I’ll be free, free, free, yeah!

28.10.14

Today


Karena setiap hari adalah istimewa
Pun hari ini
Saat kita beraktivitas
Saat kita bergerak

Pun hari kemarin
Kita telah melaluinya dengan karunia-Nya

Hari esok
Berharap bahwa semakin lebih baik

Maka ada apa hari ini?

Semoga Allah mudahkan setiap hari, setiap waktu
Mudahkan melaluinya dengan baik sebagaimana sebelumnya
Dan lebih baik
Semakin lebih baik

Mentari mulai meninggi
Kakiku mulai mengayun




20.10.14

Ketakutan

Gambar diambil dari : http://www.imagebrowse.com/category/desktop-wallpaper/page/1009/
Barangkali beberapa hari ini saya mengalami 'ketakutan'. Lingkungan yang tiba-tiba berubah dalam sekejap sementara adaptasi yang bisa dibilang buruk. Riuh pikuk sekeliling yang membahana dengan sedikit ketakutan yang pada akhirnya menjelma dengan tiba-tiba. Sudah lama sepertinya saya meninggalkan masa-masa 'asyik' dengan buku-buku hingga rasanya yang ada di kepala sudah menguap tiada bersisa. Barangkali ini saatnya saya harus kembali mengambil puing-puing memori tempo dulu. Kembali menikmati masa-masa berkomunikasi dengan barang bernama "kertas" yang tentu saja berbeda dengan kertas yang saya pegang sekarang.

Sudah seharusnya saya membuang jauh-jauh "ketidakberdayaan" itu... Toh, tak ada manfaatnya, justru hanya akan membuat langkah kaki ini tertahan untuk melaju. Tempo lalu saya bisa melewatinya, kali ini pasti juga bisa...!

Jangan berhenti berusaha...! Usaha dulu sembari berdoa..

18.10.14

Sehat



Saat kita sehat, badan menyenangkan bukan?
Kesehatan adalah hal yang luar biasa
Mari sehat
Sehat
Sehat
Semangat

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...