14.7.15

Ramadhanku

Gambar diambil dari: http://www.howellmainfour.com/9373/sports/new-beginnings-for-spring-sports/
Ramadhan 1436 H kali ini adalah Ramadhan yang sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini saya menunaikannya bersama suami dan calon dedek bayi di dalam perut. Selain itu, inilah Ramadhan pertama saya berbuka puasa di tengah-tengah perjalanan. Oiya, jam pulang kantor di tempat saya maju satu jam lebih awal lho dari biasanya selama Ramadhan ini, namun, karena jalanan yang kami lewati lumayan padat merayap sehingga kami belum mampu tiba di rumah sebelum adzan maghrib berkumandang. Walaupun berat di awal, lama-lama saya terbiasa. Allah memampukan saya melaksanakannya. 

Sebetulya, ada alternatif moda transportasi yang bisa sampai lebih awal ke rumah, yaitu commuterline, namun, untuk ibu hamil, saya merasa lebih nyaman naik mobil jemputan kantor. Selain karena sudah pasti dapat tempat duduk, naik mobil jemputan juga bisa tidur selama perjalanan..hehe. Di dalam perjalanan, selain tidur, sebenarnya ada banyak yang bisa dilakukan seperti tilawah (kalau semisal tidak pusing baca di dalam mobil), atau zikir pagi sore. Namun, ada kalanya pusing melanda sedari awal  perjalanan, kalau sudah gitu, tidur adalah hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Heheheh.

Pada 23-24 Juni yang lalu (6-7 Ramadhan) saya bersama suami mengikuti ujian D4. Nikmatnya ujian ketika sedang berpuasa adalah suasana yang lebih kondusif bagi ruhiyah, kepasrahan tingkat tinggi. Uniknya, ujian kali ini ada yang diantara kami selaku peserta ujian yang diantar suami, diantar anaknya (dedek bayi beberapa bulan), atau suami dan isteri saling mengikuti ujian. Ujian D4 ini juga sebagai sarana bertemu kembali dengan teman-teman dari kampus dulu, semacam reuni dadakan, mhihi. Jadilah, usai ujian, tampak diantara kami selaku peserta ujian (dengan pakaian atasan putih dan bawahan hitam), masih berkumpul sambil bercengkerama dengan rekan sesama peserta ujian yang lainnya.

Hal yang sangat saya syukuri lainnya adalah munculnya kembali selera makan. Sudah lama sekali rasanya tidak merasakan ini, setelah berbulan-bulan (sekitar 4 bulan) tidak bisa menikmati enaknya nasi. Kemarin sore dengan berbuka nasi padang, saya bisa menikmati betul-betul nasi yang hangat, lauk yang nikmat. Alhamdulillah..kini masa-masa menaikkan kembali berat badan yang sempat turun telah datang. Saya pun siap dengan masa-masa ke depan-masa di mana katanya porsi makan orang hamil cukup besar. Yes, I am ready for that!

11.7.15

Menjelang Ramadhan dan Puasa Qadha

Gambar diambil dari:http://ink361.com/app/users/ig-8648145/indadari/photos/ig-979627986715224949_8648145

Waktu berjalan sangat cepat hingga waktu itu tinggal selangkah lagi Ramadhan akan tiba. Sempat merasa was-was dan khawatir mengingat saat itu saya masih menyisakan utang puasa Ramadhan (hiks) ditambah lagi dengan kondisi sedang hamil yang kerap mual-mual dan muntah. Alhamdulillah, atas segala pertolongan dari Allah, utang puasa saya lunas pada h-2 menjelang Ramadhan. Yeah, dedek-di dalam perut-kita berhasil,,!

Kalau mengingat masa-masa melunasi utang itu, rasanya sungguh keajaiban. Hanya Allah-lah Pemilik segala kekuatan. Sebagian besar, saya menjalankan puasa qadha tersebut pada akhir pekan dengan pertimbangan libur dari kegiatan kantor sehingga tidak akan perlu merasakan waktu tempuh perjalanan kantor-kosan yang lumayan jauh. Namun, ternyata waktu untuk melunasi hutang pada akhir pekan tidaklah cukup sehingga pada akhirnya saya melaksanakannya pada hari kerja dengan jam pulang kantor 17:00 dan kemacetan yang mewarnai selama perjalanan pulang.

Usai menuntaskan utang puasa tersebut, saya pun semakin mantap untuk tetap berpuasa selama Ramadhan, apalagi jam pulang kantor saat Ramadhan lebih awal sejam (16:00) sehingga ada kesempatan untuk bisa berbuka di kosan. Oiya, selama menjalankan puasa tersebut, alhamdulillah dedek juga sehat. Dokter kandungan juga sama sekali tidak melarang untuk berpuasa (Ketika ditanya, bolehkah puasa selama hamil? Jawabannya boleh banget kata beliau..hehehe) Namun, tentu ada banyak hikmah yang bisa saya petik. Salah satunya adalah jangan pernah menunda membayar utang (puasa). Mungkin setahun terasa sangat panjang, tetapi kita tidak pernah tahu, ke depan akan ada hal-hal apa saja yang akan terjadi. Nah, terlebih, bagi yang akan menikah (lho?!!), hehehe, kalau bisa sebelum akad nikah, udah selesai ya utang puasanya. Jangan seperti saya. Jadi, bila ternyata usai akad nikah itu Allah langsung menganugerahi dengan titipan (anak), maka tidak perlu ada rasa khawatir atau was-was jika masih punya tanggungan utang.

Demikian, semoga Allah mengampuni segala kekhilafan. Segala puji bagi Allah Swt, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan-kebaikan.

Javanese


Gambar diambil dari : http://effectivecommunicationadvice.com/keys-for-effective-communication
Barangkali beberapa orang memiliki anggapan bahwa menikah dengan seseorang yang sama-sama dari Jawa tentu tidak akan menimbulkan salah paham dalam memahami pembicaraan. Hal ini bisa benar bisa juga kurang tepat karena bahasa Jawa sendiri memiliki ragam bahasa yang cukup banyak antara satu daerah dengan daerah yang lain. Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Tengah dan Yogya mungkin relatif hampir sama, tetapi untuk Jawa Timur, bisa jadi akan ada salah tafsir, seperti yang sering kali saya alami ketika mudik ke kampung halaman suami di Mojokerto, Jawa Timur. Saya yang dari Bantul, Yogya kadang salah memahami apa yang dimaksud oleh ibu (mertua) saya. Alhasil, wkwkkwkw terkadang serasa nggak nyambung, blas. Malu…mhihihi. Duuh, maaf ibu(k)..

Berikut ini beberapa kata dalam bahasa Jawa yang memiliki istilah berbeda antara bahasa Jawa di kampung halaman saya dengan kampung halaman suami. Barangkali ini juga bisa membantu sahabat semua yang menikah (atau nanti akan menikah) dengan corak budaya Yogya/Jawa Tengah-Jawa Timur. Aamiin semoga bermanfaat.

Yogya/Jawa Tengah
Jawa Timur
Bahasa Indonesia
dalan

Embong
jalan

ember
Tong
ember

Lemut
(dibaca lemot dengan u yang dibaca hampir seperti o; seperti pada kata semut)

Lamok
nyamuk

kolah
jeding

kamar mandi
Apa to? Ngopo to?
(dibaca opo to dengan a (apa) hampir mirip seperti o)
Apa’a? Ngopo’ o?
Apa ya? Kenapa ya?

bar

Mari
sesudah

bubar
Jamaah sholat Subuh neng mesjid wis bubar.
buyar

kelar/selesai
diserokake >> suara

banter
angine banter

melempem
kerupuk e ditutupi ben ora melempem.
dibanterno/bathek

gebes
angine nggebes

ayem
dikeraskan

anginnya kencang


tidak renyah
  
Beberapa kata yang lain adalah “dirabuki”, waktu itu digunakan dalam kegiatan memasak, seperti “Tongkol dirabuki telur.” Kalau di kampung saya dulu, rabuk itu untuk pupuk, seperti contohnya: Tanduranene dinei rabuk (tanamannya dikasih pupuk). Jadinya, pas denger istilah rabuk digunakan dalam makanan saya gagal paham (again). Ternyata maksud dirabuki di sini adalah dilapisi/dibalut.

Nah.. terakhir sebagai penutup, jurus paling ampuh yang biasanya saya gunakan ketika berada dalam lingkungan percakapan yang tidak segera paham adalah segera beralih ke suami dengan isyarat muka “minta bantuan” terjemahan. Qiqiqiqi.

27.5.15

Kajian Selasa, 28 April 2015

oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

Q.S. al-Furqan : 68-69

"dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang Diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina." 

Sebab turunnya ayat:
Dari kaum musyrikin (yang hendak masuk Islam), mereka dulu zina dan beberapa kali membunuh orang. Akhirnya mereka datang kepada Rasul dengan rasa ragu dan takut bahwa keimanan bagi mereka tidak berguna. meskipun sudah masuk Islam, tidak diterima keimanannya maka mereka pun meminta fatwa apakah bermanfaat Islam kami.

Maka Allah menerima tobat mereka (diampuni dosa-dosa mereka sebelum masuk Islam) sebagai kabar gembira bagi mereka.

30.4.15

6w

Setiap kali bertemu atau sekadar berpapasan dengan ibu-ibu muda dengan raut muka semakin menawan di wajahnya (saya menyebutnya begitu karena pesona mereka yang memancarkan aura berbeda), rasanya takjub luar biasa. Mereka cantik. Mungkin ini adalah hasil dari segala perjuangan mereka...

Wanita-wanita hamil adalah sosok luar biasa...

28.4.15

Tabzir

Kajian Selasa, 21 April 2015
oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

Tabzir hukumnya haram. Tabzir secara bahasa bersal dari kata badzara yang artinya melempar benih dan membuangnya, kiasan untuk setiap yang membuang-buang hartanya.

Secara istilah:
Imam Syafií : Tabzir itu menafkahkan harta pada bukan tempat atau haknya.

Berkata Imam Malik rhm.
Tabzir itu perbuatan haram sebagaimana difirmankan Allah Q.S. al-Isra': 27
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."
  • Tabzir adalah sifat orang di luar Islam.
Apabila makan jangan sampai tidak dihabiskan karena seperti menyisakan makan buat saudaranya (syaitan). Kalau tidak habis makannya, amannya dikasih ke hewan. Itu aman malah menjadi bersedekah ke hewan.

Hamba Allah
  • Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
  • Menampakkan nikmat Allah pada dirinya > dengan berpenampilan bagus (tidak lusuh, necis) karena memang bertujuan untuk menampakkan nikmat.
Siapa yang mensedekahkan hartanya satu dirham dalam hal yang haram > tabzir. Sebagai contoh, memberi uang sedirham ke orang lain buat beli miras, atau semisal demo dukung pernikahan sejenis meski hanya dengan memberi air mineral (misal dilihat yang demo kehausan).

18.4.15

Cherry Blossom 4

Tentang titipan:

Saat kita dititipi, barang tentu kita dipercayai memiliki kemampuan oleh yang menitipi. Kemampuan menjaga yang dititipi.

Sudahkah kemampuan itu mumpuni? Duh..

Pada awal-awal ada sesuatu yang sedang akan tumbuh di dalam diri ini, yang saya alami adalah nafsu makan yang cenderung meningkat.  Makanan pun dimakan dengan cukup lahap mungkin saking seringnya merasa lapar. Seiring berjalannya waktu, mulai ada hal-hal yang berbeda. Sering merasa kedinginan, sensitivitas terhadap aroma, makan mulai mood2-an hingga selera menyantap makanan berkurang, dan pusing di beberapa waktu. Saat selera makan berkurang inilah berat rasanya memenuhi komposisi makanan dengan nutrisi yang seimbang.

Setiap ibu adalah mulia, sosok luar biasa!
Ibu, ibu, ibu baru kemudian ayah. Perjuangan seorang ibu memang sungguh luar biasa. Mau tak mau jadi keingat ibu, bagaimana ibu dulu ambruk dan harus dirawat di puskesmas sampai diinfus. Ibu, so miss you.

Selamat datang..
Perjalanan telah dimulai. Selamat datang masa-masa di mana perut berlarian ingin dibawa ke luar karena mengetuk-ketuk adanya asupan. Mari menjaga titipan. Yeah! ^_^

Gambar diambil dari : http://www.natabanu.com/forum/index.php/topic/4-adini-feriha-koydum/page-3230




Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...