Saya masih ingat zaman dulu ketika belum berkeluarga, saat masih jadi anak kosan, he, saya menulis apa saja yang akan dilakukan esok hari mula pagi sampai malam. Ndilalahnya, pagi itu listrik padam. Akibatnya beberapa agenda yang saya susun seperti efek domino, secara sambung menyambung, gagal terealisasi. Contohnya, mandi pagi (kosan saya tidak memiliki bak mandi-jadi saat mati listrik air jumlahnya terbatas di ember, sementara penghuni kosan banyak), mencuci baju, menyetrika, memasak nasi (pakak magic com).
Lalu... Karena belum mandi, akibatnya ga jadi beraktivitas ke luar. Mhihihi. Sebagai anak kos..saya merasa betul-betul tergantung listrik. Wkwkwk.
Sebetulnya, hal ini bisa diantisipasi dengan cara mandi lebih pagi sebelum jam 6. Sederhana sekali ya. Kalau sudah mandi kan aman ya. Mau keluar bisa oke.
Tapi.. poin penting lainnya adalah..bagaimana membangun kembali jiwa saat merasakan bahwa ternyata rencana yg saya (yang sudah rapi disusun itu) tak dapat terlaksana?
Sederhana juga ternyata. Selain menerima ternyata solusinya adalah segera/lanjutkan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Keep doing! Usai mengerjakan hal itu (misal beberes kamar, bersih-bersih kipas, tilawah, atau yang lainnya) entah kenapa hati jadi bahagia.
Jadi, saat kita merasa ga enak, ngedown, duh.. kok jadi gini (misalnya) langsung coba kita arahkan apa ya yang bisa saya kerjakan. Lalu mulai kerjakan. Selanjutnya, yeah..saya senang saya jadi bisa menggunakan A,B,C,...Z.
Thanks to Allah.. "Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." Q.S. 2:21-22
3.4.18
27.3.18
Berdamai atas pemberian Allah. Lho lho lho. Apa ini mksudnya? Pernah nggak sih kita sedang beejalan menuju ke arah busway. Ternyata pas sampai di halte, bus yg kita tunggu lgsung ke rute yang kita tuju. Tanpa perlu transit halte. Seneng banget kan ya. Eits.. ternyata kita salah ambil jalur antrinya. Akhirnya demi mengejar bus kita lari ke jalur yang benar. Terus sampai di sana, tempat duduk penuh. Padahal tujuan kita jaug dan persis orang yang antrinya di depan kita dapat tempat duduk. Lalu..apa kah terus sedih?
Di lain waktu, kita berangkat udah kesiangan. Wah ini mah kalau dihitung dengan kalkulator manusia bakalan ga dapat tempat duduk ini. Nyatanya dapat lho.hehe
---
Nah..nah..nah..
Positive thinking.. tetap semanga. Bayangin senyum anak..cling...
Di lain waktu, kita berangkat udah kesiangan. Wah ini mah kalau dihitung dengan kalkulator manusia bakalan ga dapat tempat duduk ini. Nyatanya dapat lho.hehe
---
Nah..nah..nah..
Positive thinking.. tetap semanga. Bayangin senyum anak..cling...
22.3.18
Mengenal rasa
Ada mangga manis pun ada pula yang masam. Bagi pecinta rasa manis, tentu pengennya semua mangga itu manis. Namun, ada juga lho yang lebih suka mangga yang tak begitu manis (yang ada masamnya sedikit). Selain itu, ada pula yang suka mangga masam seperti mangga muda.
Setiap hari kita disuguhi berbagai warna. Warna baju yang berbeda-beda. Warna mobil yang beraneka warna. Pun dengan gedung, tas, rambu lalu lintas, tas, buku, dan yang lainnya.
Bagaimana warna hatimu hari ini? Semoga diliputi ketenangan, kesyukuran. Kalaulah tak sedang terang, semoga engkau bergegas menyinarinya.
It's okay. Just relaxe. Allah Maha Menyayangimu. Istirahat sejenak lalu melangkahlah.
9.3.18
27.2.18
memandang
Saat engkau mendongak ke atas terlalu lama
dalam hal dunia
dan silau sinar mentari menimpa wajahmu
Melelahkanmu
Meletihkanmu
Lalu kenapa tak kau coba menengok ke bawah?
Bukankah di sana ada semut-semut berjuang
Memindahkan makanan ke dalam sarangnya?
Yang bisa jadi tempatnya sangat jauh
Tapi ia tak mengeluh
dalam hal dunia
dan silau sinar mentari menimpa wajahmu
Melelahkanmu
Meletihkanmu
Lalu kenapa tak kau coba menengok ke bawah?
Bukankah di sana ada semut-semut berjuang
Memindahkan makanan ke dalam sarangnya?
Yang bisa jadi tempatnya sangat jauh
Tapi ia tak mengeluh
23.2.18
Mengelola Rasa: Asip Tumpah
Jumat siang ini seperti biasa saya menengok dedek (anak kami kedua) di Taman Bermain Anak. Saya biasanya sambil menengok membawa peralatan pompa asi. Jadilah saya Pumping sambil nemenin dedek. Hasilnya Masha Allah selalu lebih banyak dibandingkan pompa sendirian (ga dibantu dedek). Salah satu bukti bahwa daya sedot bayi adalah pumping terbaik. Pumping siang ini Alhamdulillah saya dapat 90cc. Masha Allah senangnya. Namun, ada yang luput dari saya, plastik untuk menampung Asip. Jadilah Asip saya tetap taruh di botol. Kena goncangan saat jalan ke kantor inilah yang menyebabkan Asip Tumpah dan tinggal sekitar 30cc. Rasanya sedih sekali. Duh..
Lalu.......
Hikmahnya adalah...
Allah menguji tak hanya dengan senang..Tapi juga sedih.. ini bukti kasih sayang-Nya.. bahwa..
Ke depan harus lebih bijak lagi. Tidak boleh sembarangan bawa Asip. Harus dijaga keamanannya.
Ke depan harus lebih tenang lagi. Tak asal grusa-grusu.
Lalu.......
Hikmahnya adalah...
Allah menguji tak hanya dengan senang..Tapi juga sedih.. ini bukti kasih sayang-Nya.. bahwa..
Ke depan harus lebih bijak lagi. Tidak boleh sembarangan bawa Asip. Harus dijaga keamanannya.
Ke depan harus lebih tenang lagi. Tak asal grusa-grusu.
22.2.18
Suatu pagi
Suatu pagi
Aku menuju tempat bekerja
Dalam perjalanan
Kudapati orang-orang yang berjualan
Di pagi hari
Sebelum 6 pagi
Sudah membuka toko
Pertama penjual donat sedang menggoreng
Oh..Kapan kah dia bangun lalu membuat adonannya?
Kedua penjual warung makan sibuk menyajikan masakannya di piring
Siap nenunggu pembeli yang hendak mengisi perut
Oh..Kapan kah dia bangun?
Ketiga psjual sayur-mayur sedang menata dagangannya
Oh..Pukul berapa ia ke luar rumah untuk membeli sayur?
---
Ah..Saya sungguh malu. Bukankah mereka yang sepagi sekali sudah bangun belum tentu dagangannya semua laku? Tapi nyatanya mereka sudah berjuang sedari pagi sekali. Saat orang-orang yang lain terlelap.
Aku menuju tempat bekerja
Dalam perjalanan
Kudapati orang-orang yang berjualan
Di pagi hari
Sebelum 6 pagi
Sudah membuka toko
Pertama penjual donat sedang menggoreng
Oh..Kapan kah dia bangun lalu membuat adonannya?
Kedua penjual warung makan sibuk menyajikan masakannya di piring
Siap nenunggu pembeli yang hendak mengisi perut
Oh..Kapan kah dia bangun?
Ketiga psjual sayur-mayur sedang menata dagangannya
Oh..Pukul berapa ia ke luar rumah untuk membeli sayur?
---
Ah..Saya sungguh malu. Bukankah mereka yang sepagi sekali sudah bangun belum tentu dagangannya semua laku? Tapi nyatanya mereka sudah berjuang sedari pagi sekali. Saat orang-orang yang lain terlelap.
Langganan:
Postingan (Atom)
Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih
Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...
-
Gambar diambil dari http://raudhatulqaanitah.wordpress.com/ Resensi Materi Kajian Selasa, 29 April 2014 oleh Ustadz Abdurrahman Asseg...
-
Gambar diambil dari http://widyabisniskoe.blogspot.com/ Resensi Materi Kajian Rabu, 7 Mei 2014 oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf Ab...
-
Gambar diambil dari http://kolom.abatasa.co.id/ Resensi Materi Kajian Selasa, 6 Mei 2014 oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf Q.S. ash...