25.9.20

Mencuci pada Sore Hari

Bagi rekan-rekan yang memiliki kesibukan luar biasa pada pagi hari dan punya mindset bahwa belum tenang rasanya jika hari ini belum mencuci baju, maka mencuci pada sore hari merupakan salah satu trik sederhana. Mencuci sore hari akan membuat kita tenang di esok pagi. Bangun pagi menjadi lebih terasa diberikan "banyak waktu". Pagi pun akan lebih bisa fokus pada hal-hal yang lain seperti memasak, beres-beres rumah sebentar, tilawah atau memulai mengerjakan PR. 

Selain mencuci pada sore hari, mengepel pada malam hari juga termasuk salah satu trik agar bangun pagi langsung menyentuh lantai nan kesat, pikiran lebih jadi rileks dan fresh. Lainnya? Tentu mencuci piring atau alat masak, biar pagi tinggal masak.

Nah... Jadi... mencicil pekerjaan atau kegiatan itu sangat berguna dan asyik. Tak lupa, mulai dengan bismillah ya..agar tak ada yang sia-sia, semua bernilai pahala, dan yang penting semoga Allah ridha...

Terima kasih Allah atas segala nikmat-Mu, semoga kami menjadi hamba yang senantiasa bersyukur. Menjadi hamba yang selalu berprasangka baik kepada-Mu..bahwa Engkaulah sebaik-baik Penyayang dari semua yang penyayang..

------updated per 1 Oktober 2020-----

Hal terberat adalah berusaha konsisten dalam menerapkan hal ini. Kadang setelah seharian berjibaku, badan lelah..maka tak apa..mari kita berikan hak tubuh untuk istirahat. Jika tak mampu mencicil banyak hal, cukup kerjakan semampu kita, ikhtiar semampu kita. Sebuah catatan untuk diri ini.

-----

24.2.20

Kita sama-sama lelah
Tak masalah
Tak perlu gelisah
Ataupun gundah

Kita pun sama-sama gerah
Tak masalah
Tak perlu merasa payah
Maupun resah

----
Jangan menyerah!


10.10.19

Tak ada balasan kebaikan selain kebaikan itu sendiri...

Sungguh banyak pertolongan dan kebaikan-kebaikan yang kami dapatkan saat tolong menolong dalam kebaikan...

Dua tahun yg lalu, kami mendapat tawaran untuk menempati sebuah kontrakan yang tak jauh dr rumah kami sekarang. Sejujurnya saat itu kami sungguh galau. Yup galau akult. Pertama karena kontrakan kami masih ada sisa dua bulan lagi, kedua (dalam pemahaman saya) jarak tempuh kontrakan yg ditawarkan tersebut adalah 4km dr kontrakan kami, apa nanti ga makin susah ke tempat jemputan? (Demikian pikir saya), ketiga di kontrakan sekarang saja sholat maghrib kami kejar-kejaran waktu (waktu itu kami baru bisa finger print 17.00 sepagi apa pun kami nyampe kantor). Nah...makin galaulah saya saat itu..apakah ini pilihan tepat?hiks..hiks..

Singkat cerita, paksu meyakinkan saya bahwa kita kan niatnya membantu, inshaAllah pasti akan ada banyak jalan.. maka bismillah, akhirnya kami pun memutuskan pindah ke kontrakan yang tak jauh dari rumah kami sekarang..

Dan sungguh..terbukti.. Sungguh Allah banyak berikan kemudahan.. Beberapa kemudahan itu antara lain:
- air yang cukup
- mudahkanya ojek online datang (jika dulu sebelum kami  harus pindah, saya harus jalan dulu ke tempat yg mudah dipahami bapak ojek online, maka yang baru adalah bapak ojek sudah bisa di depan kontrakan, sambil menunggu bapak ojek saya bisa siap2 dengan segala peralatan tempur). Sungguh ini sangat membantu sekali, tak terbayang jika saya harus jalan sambil bawa anak dan tentengan bejibun.
- dapat tetangga yang baik (ini bagian dari rejeki kami juga) alhamdulillah..alhamdulillah..
- jarak tempuh ke tempat jemputan ternyata sama dengan yang dulu, plus kami juga punya banyak waktu untuk sholat maghrib setelah kami bisa pulang 16:30 (karena kami sampai kantor sebelum jam 7pagi)
-dekatnya dengan berbagai fasilitas (tukang sayur, heheh, dan tak kalah penting adalah daycare, dll)

Alhamdulillah..segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya, sempurnalah kebaikan-kebaikan.. Nuwun Allah...

21.3.19

Second test

Sudah cukup lama saya tidak mengikuti test Toefl. Test Toefl ITP pertama saya pada 2015 lalu. Toefl itp saya kedua adalah hari ini. Seiring berjalannya waktu, biayanya pun sudah berubah, sudah naik. Kalau dulu, saya tesnya ditemani kakak Hafsa di dalam perut. Namun kali ini, saya sendirian (hehhe..tidak ditemani dedek di perut).

Pagi ini usai menyuapi dan mengantar anak ke daycare, saya menuju ke tempat tes dengan menaiki ojek online, sesuatu yg berbeda dengan tes sebelumnya karena saat itu belum ada. Gedung dan lantai tes nya masih sama hanya yg sekarang bedanya lantai 1&2 sedang diperbaiki.

Ujian pun kelar sekitar setengah 12 siang. Saya pun beranjak meninggalkan ruangan dan gedung. Langit menyambutku dengan hujan deras. Sederas hati saya ingin meringis. Ini persepsi sih ya. Padahal hujan kan berkah ya. Namun berhubung suasana hati sedang sedih, hujan rasanya semakin menambah hati yang pilu. Hiks. Sedih jikalau uang yang digunakan untuk tes berakhir sia-sia. Eits, sebetulnya tidak sia-sia. Ini adalah investasi bukan?


  • Setelah saya pikir-pikir, hujan tadi ada berkahnya. Saya jadi naik angkot. Lebih hemat malah daripada ojek online. Nah, kan..ada yang luput disyukuri.


Pun, kalau tidak memuaskan. InshaAllah, ada rezeki lainnya. Tidak ada yang sia-sia.

"Semangat. Kalau udah belajar maksimal, pasti ada rezeki lain yang didapat." (My beloved husband, 2019)

9.11.18

Bahagia Itu Ada dalam Hati yang Lapang

Tak peduli dengan berbagai kesulitan yang engkau hadapi,
Saat hatimu lapang, engkau mampu melihat semuanya dengan pikiran yang jernih
Lalu engkau merasa betapa besar cinta Sang Pencipta untukmu

Bukan..Bahagia itu di hati, bukan di materi
Materi hanya bertahan sesaat
Lantas saat ada hal tak sesuai denganmu maka engkau lupa
Lupa bahwa engkau punya materi tadi
Yang kau kira akan membuatmu bahagia selalu

Saat diberikan nikmat, bersyukur
Saat ada kesulitan, yuk hati lapang,
lapang seluas galaksi
Duhai hati yang masih saja berkecil hati :-(

10.7.18

Naik Lift

Berurutan
dari lantai terbawah
sampai teratas

Sabar
meskipun engkau masuk duluan
bukan berarti engkau sampai duluan
tergantung posisi lantaimu

--
Ada banyak hal di mana bukan berarti jikalau kita lebih dulu maka kita pula akan lebih dulu. Sebagai contoh, kita lahir lebih dulu, bukan oula berarti amal kita lebih banyak lalu atas ridho-Nya, kita masuk surga lebih dulu.

Pun seperti halnya yang datang lebih dulu bukan pula berarti  yang rumahnya paling dekat. 



12.5.18

Bagaimana Kita Mencintai Allah?

Maaf ya Nak, judulnya terlalu berat. Umi juga masih tahap belajar ini, Nak.

Anakku, siapa yang paling mencintai kalian?
Umi dan abi kah?
Eum.. umi dan abi mencintai kalian Nak..tapi ada yang lebih mencintai kalian bahkan dibandingkan dengan diri kalian sendiri..

Siapa kah itu?
Dialah Allah, Nak
Yang Menciptakan kita..
Umi, abi, dan juga kalian anak-anakku

Allah adalah sebaik-baik Penyayang dari semua yang penyayang..
Demikian Allah menjelaskan langsung.

Eum... sejak masih di dalam perut umi,
Allah tak pernah lupa lho Nak mencukupi kebutuhan kalian
Apa-apa yang menjamin kehidupan kalian
Makanan, minuman
Lalu setelah lahir..Allah karuniakan Asi
Lengkap dengan gizi dan sistem imun terbaik
Tubuh dengan segala kesempurnaan penciptaannya
Kita bisa bernapas, mendengar, melihat, bergerak

Allah karuniakan hujan
Lalu tanaman tumbuh dan buah pun bermunculan
Juga hewan-hewsn bisa hidup

Allah sayang kita, Nak

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...