13.10.21

Berprasangka Baik kepada-Nya

Apakah semua yang kita pengen itu harus menjadi kenyataan? Kenyataannya adalah bahwa ada banyak hal di luar kendali kita yang memungkinkan hidup berjalan tak selalu sesuai dengan harapan kita. Saat itu terjadi, di sinilah peran iman kita. Sebuah keyakinan bahwa tak pernah Allah itu mendholimi hamba-Nya, bahwa manusia itu ilmunya hanyalah sekelumit, sementara ilmu Allah itu Maha Luas dan tak terjangkau dengan ilmu kita, bahwa Allah itu begitu Pemurah dan Maha Penyayang dari semua yang penyayang. 

Saat saya kuliah dulu, kakak tingkat saya, Mbak Farida (semoga Allah membalas kebaikan beliau dengan balasan yang lebih baik), pernah bilang sesuatu yang sampai sekarang masih menempel sekali dalam ingatan saya. Kira-kira begini kata beliau:

"Saat kita ke sebuah toko, hendak membeli sesuatu. Kita dengan teliti sekali melihat barang itu, memastikan bahwa tak ada cacat di sana untuk memastikan bahwa barang yang kita beli adalah yang terbaik. Lalu saat kita yakin, maka kita pun membawanya pulang. Ternyata sampai di rumah, kita merasa kecewa. Ternyata ada yang luput dari pandangan kita. Demikianlah pandangan kita, seorang manusia, di mana saat merasa sudah yakin saja, bisa saja ada luputnya."

Saat ada sesuatu yang tak sesuai dengan harapan kita seperti pengen kuliah di kampus ini ternyata ga keterima tahun ini-perlu mencoba lagi hingga bisa masuk, pengen penempatan di kampung halaman ternyata bukan di sana, pengen kuliah di jurusan ini ternyata melenceng, bahkan untuk kuliah butuh usaha berkali-kali, maka berprasangka baik dulu sama Allah. Biasanya hikmah dapat kita peroleh seiring berjalannya waktu, ternyata lebih banyak kebaikan pada jalur-jalur yang Allah pilihkan untuk kita, jika kita renungi lebih dalam.

Mungkin dulu kita akan menangisi kondisi diri dan bertanya seperti ini: kenapa begini? Tapi, beberapa hikmah biasanya akan kita jumpai kemudian. Bila rasanya belum punya jawabannya, maka bisa kita tengok dari banyak hal-hal baik yang kita terima saat ini. Allah Maha Pemurah, nikmat-Nya sungguh banyak tak terkira, tak kan sanggup kita untuk menghitungnya, akan selalu ada banyak hal yang bisa disyukuri.

maka…

Mari kita berterima kasih sama Allah, yang telah memberikan kita kesempatan hidup, semoga kita bisa mengisinya dengan menebar manfaat. Aamiin..

Terima kasih untuk segala nikmat-Mu, Ya Rahman..yang tak pernah lekang oleh waktu karena Engkau begitu mencintai hamba-Mu..

"Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata" (H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim)

---

Di suatu malam, di kampung halaman pada jeda sesaat mati lampu.


5.11.20

Hai

 


Sungguh tak terbayangkan saya bisa di sini. Semuanya betul-betul di luar dugaan saya sebelumnya. Saya sungguh takjub. Takjub dengan skenario dari Allah. Saya tidak akan pernah saya di kampus ini, di prodi ini tanpa izin dan bantuan dari Allah. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Swt yang dengan nikmat-Nya sempurnalah kebaikan-kebaikan.

Di sini ada banyak hal dengan nuansa baru. Teman-teman baru, dan tentunya ilmu baru beserta pernak-pernik perjalanan yang mengiringi di dalamnya. Satu kata untuk menggambarkannya, Seru! Oiya saya suka dengan suasana lingkungannya seperti “inggih/nggih” dan hal-hal lainnya seperti tindak tanduknya. Saya merasakan kembali suasana tanah kelahiran setelah merantau beberapa tahun lamanya.

Pada semester pertama kuliah ini kami langsung bertemu dengan mata kuliah metopen. Maka membuka jurnal adalah yang utama. Saya jadi berkenalan dengan IEEE. Gambar di atas adalah tampilannya. Selamat belajar dengan Bahagia (seperti sapaan dalam mata kuliah kami, Komputer dan Masyarakat!

4.10.20

Pas, tak lebih juga tidak pula kurang

Di antara kehamilan anak pertama, kedua, dan ketiga, kehamilan ketiga adalah yang tidak direncanakan. Setelah anak kedua lahir, kami berencana untuk memenuhi haknya yaitu 2 tahun ASI. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika hamil namun masih menyusui maka kuantitas ASI pun menurun drastis, maka kami pun mengupayakan agar anak kedua tetap memperoleh 2 tahun ASI. Qadarullah saat anak kedua berusia 19 bulan saya hamil lagi. Kalau jaman anak pertama dulu, saya hamil anak kedua pada saat anak pertama berusia 14 bulan dan sempat menyusui secara tandem. Kalau anak kedua kemarin tidak sampai tandem hanya menyusui saat hamil.

Kehamilan anak ketiga yang tanpa kami rencanakan (kalau diukur dengan ilmu manusia yang seuprit ini rasanya peluangnya kecil sehingga terasa mustahil) memiliki efek yang sungguh positif, jadi lebih banyak bersyukur. Saya yakin bahwa semua tentu atas takaran Allah..dan betul, sungguh Allah memberikan sesuatu itu dengan hikmah, dengan takaran yang tidak lebih dan tidak pula kurang, istilah kerennya adalah "pas", dengan takaran yang pas.

Kenapa?

Jika Allah mengabulkan doa kami hamil dengan selisih atau jeda dengan anak kedua 2 tahun, maka tentu kelahiran anak ketiga kami akan berada dalam masa pandemi. Masa di mana perlu banyak sekali persiapan. Sepertinya kami belum punya support system yang mumpuni untuk mendukung kondisi tersebut.

Alhamdulillah anak ketiga kami lahir tepat sebelum pandemi melanda Indonesia, khususnya Jabodetabek. Dengan kondisi kami hanya berdua saja tanpa ada sanak famili maupun yang bantu "rewang-rewang" di rumah, Alhamdulillah Allah berikan kemudahan dan kelancaran serta pertolongan tiada tara. Ibu mertua, setelah beberapa hari kelahiran, juga sempat menjenguk anak kami (cucu beliau).

Hikmah lainnya adalah kami bisa melakukan perjalanan k Jogja di mana usia dedek sudah terbilang lumayan cukup (lebih dari 6bulan). Saat hamil kemarin saya juga sempat melakukan senam ibu hamil yang difasilitasi dari kantor, bertemu dan berkenalan dengan bidan di balkes, sering berkonsultasi dengan beliau. Sempat melakukan medical check up juga sebelum hamil dan setelah hamil. Jadi tau Hb saya kalau sebelum hamil adalah normal di angka 13. Sering cek kehamilan juga di balkes. MashaAllah nikmat Allah sungguh banyak. Fabiayyiaalaairabbikumaa tukadzdziban..

Allah. Terima kasih banyak. Semoga Engkau membalas kebaikan orang-orang yang senantiasa membantu kami dengan pahala tanpa batas. Semoga Engkau Sayangi mereka Ya Rahman.

1.10.20

Belajar

 


Bismillah.. pagi ini lebih tepatnya dini hari ini sedang mencoba belajar pyclips. Tapi ternyata saya mengalami kebingungan bagaimana cara menginstallnya, mencoba bertanya kepada teman yang lain sepertinya sudah pada istirahat. Malah jadinya melipir ke python. Sekian purnama tak belajar lagi malah banyak yang lupa. Hikmahnya ilmu memang sangat perlu untuk senantiasa dipelajari dan digali, jangan pernah ditinggal pokoknya. Kalau lama tidak dibuka lagi, jadi banyak yang lupa ya.

Menyoba nyemplung di bidang ini. Ya Allah, mohon mampukan dan engkau berkahi. Belajar sesuatu yang baru itu jadi kayak makin kerasa sebutir pasir di pantai.  Ya Allah ilmu di dunia ini luas banget, banyak banget Ya Allah, apalagi ilmu-Mu.. 

25.9.20

Mencuci pada Sore Hari

Bagi rekan-rekan yang memiliki kesibukan luar biasa pada pagi hari dan punya mindset bahwa belum tenang rasanya jika hari ini belum mencuci baju, maka mencuci pada sore hari merupakan salah satu trik sederhana. Mencuci sore hari akan membuat kita tenang di esok pagi. Bangun pagi menjadi lebih terasa diberikan "banyak waktu". Pagi pun akan lebih bisa fokus pada hal-hal yang lain seperti memasak, beres-beres rumah sebentar, tilawah atau memulai mengerjakan PR. 

Selain mencuci pada sore hari, mengepel pada malam hari juga termasuk salah satu trik agar bangun pagi langsung menyentuh lantai nan kesat, pikiran lebih jadi rileks dan fresh. Lainnya? Tentu mencuci piring atau alat masak, biar pagi tinggal masak.

Nah... Jadi... mencicil pekerjaan atau kegiatan itu sangat berguna dan asyik. Tak lupa, mulai dengan bismillah ya..agar tak ada yang sia-sia, semua bernilai pahala, dan yang penting semoga Allah ridha...

Terima kasih Allah atas segala nikmat-Mu, semoga kami menjadi hamba yang senantiasa bersyukur. Menjadi hamba yang selalu berprasangka baik kepada-Mu..bahwa Engkaulah sebaik-baik Penyayang dari semua yang penyayang..

------updated per 1 Oktober 2020-----

Hal terberat adalah berusaha konsisten dalam menerapkan hal ini. Kadang setelah seharian berjibaku, badan lelah..maka tak apa..mari kita berikan hak tubuh untuk istirahat. Jika tak mampu mencicil banyak hal, cukup kerjakan semampu kita, ikhtiar semampu kita. Sebuah catatan untuk diri ini.

-----

24.2.20

Kita sama-sama lelah
Tak masalah
Tak perlu gelisah
Ataupun gundah

Kita pun sama-sama gerah
Tak masalah
Tak perlu merasa payah
Maupun resah

----
Jangan menyerah!


10.10.19

Tak ada balasan kebaikan selain kebaikan itu sendiri...

Sungguh banyak pertolongan dan kebaikan-kebaikan yang kami dapatkan saat tolong menolong dalam kebaikan...

Dua tahun yg lalu, kami mendapat tawaran untuk menempati sebuah kontrakan yang tak jauh dr rumah kami sekarang. Sejujurnya saat itu kami sungguh galau. Yup galau akult. Pertama karena kontrakan kami masih ada sisa dua bulan lagi, kedua (dalam pemahaman saya) jarak tempuh kontrakan yg ditawarkan tersebut adalah 4km dr kontrakan kami, apa nanti ga makin susah ke tempat jemputan? (Demikian pikir saya), ketiga di kontrakan sekarang saja sholat maghrib kami kejar-kejaran waktu (waktu itu kami baru bisa finger print 17.00 sepagi apa pun kami nyampe kantor). Nah...makin galaulah saya saat itu..apakah ini pilihan tepat?hiks..hiks..

Singkat cerita, paksu meyakinkan saya bahwa kita kan niatnya membantu, inshaAllah pasti akan ada banyak jalan.. maka bismillah, akhirnya kami pun memutuskan pindah ke kontrakan yang tak jauh dari rumah kami sekarang..

Dan sungguh..terbukti.. Sungguh Allah banyak berikan kemudahan.. Beberapa kemudahan itu antara lain:
- air yang cukup
- mudahkanya ojek online datang (jika dulu sebelum kami  harus pindah, saya harus jalan dulu ke tempat yg mudah dipahami bapak ojek online, maka yang baru adalah bapak ojek sudah bisa di depan kontrakan, sambil menunggu bapak ojek saya bisa siap2 dengan segala peralatan tempur). Sungguh ini sangat membantu sekali, tak terbayang jika saya harus jalan sambil bawa anak dan tentengan bejibun.
- dapat tetangga yang baik (ini bagian dari rejeki kami juga) alhamdulillah..alhamdulillah..
- jarak tempuh ke tempat jemputan ternyata sama dengan yang dulu, plus kami juga punya banyak waktu untuk sholat maghrib setelah kami bisa pulang 16:30 (karena kami sampai kantor sebelum jam 7pagi)
-dekatnya dengan berbagai fasilitas (tukang sayur, heheh, dan tak kalah penting adalah daycare, dll)

Alhamdulillah..segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya, sempurnalah kebaikan-kebaikan.. Nuwun Allah...

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...