24.3.14

Audit untuk Diri Sendiri

Gambar diambil dari http://www.street-mall.com/2013_08_01_archive.html
Pelajaran diklat hari ini berjalan sangat menyenangkan. Kami diajak untuk memandang audit secara manajerial dan filososinya, bukan hanya sekedar teknikal. Seharian ini kami belajar mengenai tiga hal penting, apa, mengapa, dan bagaimana audit. Lebih jauh, pengajar kami, Bapak Tanto dari BPKP menjelaskan perbedaan antara pengawasan dengan pemeriksaan/audit dengan contoh yang mudah dipahami seperti di bawah ini:

Seorang sopir mengendalikan mobil yang ternyata di tengah jalan berjalan goyang-goyang. Bapak polisi yang saat itu sedang mengawasi jalanan segera bergerak, menanyakan apa yang rusak sehingga mobil goyang-goyang. Bapak sopir pun memanggil montir untuk memeriksa. Dalam contoh kali ini, sopir adalah manajer, pelaku manajemen, polisi sebagai pengawas, dan montir sebagai pemeriksa.

Sebagai pemeriksa (dalam hal ini dicontohkan dengan montir), maka pengalaman, kompeten, reputasi, jujur, dan integritas, serta independent menjadi “jualannya”. Integritas meliputi 3 hal, di dalam agama Islam dikenal dengan istilah iman, yaitu, diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan sehari-hari.

Secara keseluruhan, beberapa bagian yang cukup berkesan hari ini adalah “ilmu audit yang diperoleh itu untuk audit diri sendiri” dan bagian “Mengapa audit itu penting?” Nah ini jawaban dari mengapa audit itu penting, yaitu karena setiap makhluk hidup yang memiliki tujuan itu perlu diaudit. Dengan adanya audit, maka kita akan tetap berada di dalam jalur menuju ke arah tujuan. Nah..mulia sekali ‘kan audit itu?

Pada kesempatan ini, Bapak Tanto juga bercerita tentang sahabat yang mendapat julukan ahli surga. Mengetahui bahwa si Fulan ahli surga, maka Umar pun penasaran. Diamatinya si Fulan itu, apa yang menyebabkan dia hingga sampai menjadi ahli surga.  Karena tidak menemukan jawabannya, maka Umar pun bermaksud menginap di rumahnya selama tiga hari tiga malam. Selama tiga hari tersebut, tak henti-hentinya Umar mengamati si Fulan. Namun, hingga hari terakhir berada di sana, beliau tak kunjung mendapatkan jawabannya, maka sebelum berpamitan pulang, Umar pun menanyakan kepada si Fulan tersebut. Ternyata Fulan tersebut tidak mengetahui apa yang menyebabkan beliau mendapat julukan ahli surga dan Umar pun bersiap meninggalkan rumah tersebut. Namun, ternyata si Fulan memanggil beliau kembali. Si Fulan tersebut bercerita bahwa hal yang selalu rutin ia lakukan setiap hari, yaitu malam hari, sebelum tidur adalah mengoreksi diri, apa saja yang sudah dilakukannya selama sehari ini.

Sejatinya, banyak ilmu yang kita telah kita pelajari, namun masih banyak yang belum teraplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran terpenting hari ini buat saya adalah ilmu audit yang diperoleh itu untuk diri sendiri. Kenapa saya butuh audit? Karena setiap makhluk hidup yang punya tujuan itu perlu diaudit. Sudah sampai manakah saat ini saya berjalan ke arah tujuan?#Renungan

you also can read the same topic about this in this link:


Tidak ada komentar:

Persiapan menuju Ramadan 1443H-Menyapih

Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Kira-kira akan dimulai pada 2 April nanti. Setiap orang tentu memiliki persiapan masing-masing. Ada ...